Lapas Solok Dorong Warga Binaan Lebih Produktif, Kolaborasi Pendidikan hingga Keterampilan Diperkuat

ADMIN MEDIA
0

SOLOK — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Solok terus memperkuat komitmennya dalam membangun program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki bekal yang cukup saat kembali ke tengah masyarakat.

Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Balai Latihan Kerja (BLK), serta Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Kota Solok, yang digelar di Aula Lapas Solok, Selasa (8/9/2026).

Kerja sama lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan pembinaan di lingkungan Lapas Solok. Tiga sektor utama menjadi perhatian, yakni pendidikan, keterampilan kerja, serta peningkatan minat baca dan budaya literasi warga binaan.

Melalui kolaborasi bersama SKB, warga binaan diharapkan memperoleh akses terhadap kegiatan pendidikan yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dasar sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

Sementara itu, sinergi dengan BLK diarahkan untuk membuka peluang bagi warga binaan mendapatkan pelatihan keterampilan kerja yang aplikatif dan memiliki manfaat nyata. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.

Tidak kalah penting, kerja sama dengan Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Kota Solok menjadi upaya untuk menumbuhkan budaya membaca dan memperluas wawasan warga binaan. Buku dan bahan bacaan tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan pengembangan pola pikir.

Jajaran Lapas Solok menegaskan bahwa proses pembinaan membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Lapas tidak dapat berjalan sendiri dalam menyiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi dan kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.

“Pembinaan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar warga binaan mendapatkan pembinaan yang utuh dan memiliki bekal yang cukup untuk kembali ke masyarakat,” ungkap jajaran Lapas Solok.

Menurutnya, pembinaan yang diberikan selama warga binaan menjalani masa pidana harus mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan. Pendidikan memberikan pengetahuan, pelatihan memberikan keterampilan, sedangkan literasi membantu memperluas wawasan serta membangun pola pikir yang lebih baik.

Dengan demikian, keberadaan Lapas tidak hanya dipandang sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembinaan dan perubahan bagi setiap warga binaan.

Melalui kerja sama tersebut, Lapas Solok menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan membutuhkan pendekatan yang produktif dan berkelanjutan. Warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.

Sinergi bersama SKB, BLK dan Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Kota Solok diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga program pembinaan di Lapas Solok semakin beragam dan mampu memberikan dampak nyata bagi warga binaan.

Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan bukan hanya diukur dari selesainya masa pidana, tetapi juga dari kesiapan seseorang untuk kembali menjalani kehidupan secara bertanggung jawab, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Lapas Solok pun terus mendorong terwujudnya pembinaan yang produktif, humanis dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan warga binaan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental untuk kembali ke tengah masyarakat.

**EYS

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)